Course Content
Bahasa Indonesia – SIMAK UI & UM-PTN (Bank Soal 210 Soal & Pembahasan)

Semantik: Telaah Makna dan Hubungan Antarkata

Semantik mempelajari makna kata, asal-usul pergeseran makna, serta ketepatan pemilihan kata (diksi) dalam konteks wacana formal dan ilmiah.

1. Relasi Makna Antarkata

  • Sinonim & Antonim: Kesamaan dan perlawanan makna kontekstual.
  • Hiponim & Hipernim: Hubungan cakupan makna (Hipernim: bunga → Hiponim: mawar, melati, anggrek).
  • Homonim, Homofon, & Homograf:
    Istilah Tulisan (Ejaan) Lafal (Bunyi) Makna Contoh
    Homonim SAMA SAMA BERBEDA bisa (racun ular) vs bisa (mampu/dapat)
    Homofon BERBEDA SAMA BERBEDA bank (lembaga keuangan) vs bang (kakak lelaki); sanksi vs sangsi
    Homograf SAMA BERBEDA BERBEDA apel (buah /a/) vs apel (upacara /e/); tahu vs tahu
  • Polisemi: Satu kata memiliki banyak variasi makna yang masih saling bertalian dan berasal dari akar konsep yang sama (contoh: kepala → kepala manusia, kepala surat, kepala kantor, kepala kereta).

2. 6 Pola Pergeseran Makna Kata

  1. Meluas (Generalisasi): Makna kata sekarang lebih luas daripada makna awalnya.

    Contoh: Kata ibu (dulu: wanita yang melahirkan anak; sekarang: semua wanita dewasa/dihormati). Kata berlayar (dulu: bepergian dengan kapal layar; sekarang: bepergian dengan kapal apa pun).
  2. Menyempit (Spesialisasi): Makna kata sekarang lebih sempit atau khusus daripada makna aslinya.

    Contoh: Kata sarjana (dulu: orang cendekia/cerdik pandai secara umum; sekarang: lulusan strata satu universitas). Kata pendeta (dulu: orang berilmu/guru; sekarang: pemuka agama Kristen).
  3. Amelioratif: Pergeseran makna ke arah yang dirasa lebih sopan, halus, atau bernilai tinggi.

    Contoh: tunanetra (lebih halus daripada buta), wiraswasta, melahirkan.
  4. Peyoratif: Pergeseran makna ke arah yang dirasa lebih kasar, rendah, atau berkonotasi negatif.

    Contoh: bunting (terasa lebih kasar daripada hamil), gerombolan, oknum.
  5. Sinestesia: Pergeseran makna akibat pertukaran tanggapan dua indra yang berlainan.

    Contoh: Kata-katanya sangat pedas (indra pengecap dirasakan oleh indra pendengaran). Senyumannya terasa manis (indra pengecap dirasakan oleh indra penglihatan).
  6. Asosiasi: Pergeseran makna kata karena adanya persamaan sifat atau kaitan konteks antara benda sebenarnya dengan benda yang diumpamakan.

    Contoh: Ia memberikan uang amplop kepada oknum pejabat itu (amplop berasosiasi dengan uang suap/gratifikasi). Perebutan kursi parlemen (kursi berasosiasi dengan jabatan politis).