Course Content
Bahasa Indonesia – SIMAK UI & UM-PTN (Bank Soal 210 Soal & Pembahasan)

Dasar Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia

Morfologi mempelajari struktur internal kata dan perubahan bentuk kata (afiksasi, reduplikasi, komposisi) yang menyebabkan perubahan makna gramatikal dan kelas kata.

1. Hukum Peluluhan Fonem K-T-S-P

Awalan meN- dan peN- meluluhkan fonem awal kata dasar jika memenuhi 3 syarat kumulatif:

  1. Diawali huruf K, T, S, atau P.
  2. Huruf kedua adalah vokal (A, I, U, E, O).
  3. Bentuk dasar berupa satu morfem dasar (bukan kata majemuk atau berimbuhan ganda).
Kata Dasar Huruf Kedua Proses Afiksasi Bentuk Baku Bentuk Salah
kaji Vokal (a) meN- + kaji mengaji / mengkaji (makna khusus telaah ilmiah) –
taati Vokal (a) meN- + taati menaati mentaati
sontek Vokal (o) meN- + sontek menyontek mensontek
pesona Vokal (e) meN- + pesona memesona mempesona
prakarsa Konsonan (r) meN- + prakarsa memprakarsai (TIDAK luluh) memrakarsai
kritik Konsonan (r) meN- + kritik mengkritik (TIDAK luluh) mengritik

2. Makna dan Fungsi Afiks Produktif

  • meN- : Membentuk verba aktif. Makna: melakukan tindakan (menulis), membuat jadi (melebar), menuju ke (menepi), mengeluarkan bunyi (mengaum).
  • ber- : Membentuk verba intransitif. Makna: mempunyai (beruang), memakai (berbaju), mengerjakan (bertani), berada dalam keadaan (bersedih).
  • ter- : Menyatakan: ketidaksengajaan (terinjak), keadaan selesai (terbuka), kemampuan/dapat di- (terangkat), superlatif/paling (terpandai).
  • peN-an vs per-an : peN-an merujuk pada proses/tindakan (pembinaan = proses membina), sedangkan per-an merujuk pada hal/keadaan/tempat (perbinaaan tidak lazim; contoh: permukiman = daerah tempat bermukim; pemukiman = proses memukimkan penduduk).