Fungsi dan Kaidah 11 Tanda Baca Menurut EYD V
Tanda baca menentukan intonasi, batas frasa, dan keutuhan makna kalimat. Kesalahan penempatan tanda baca dapat menimbulkan ambiguitas penafsiran atau kekeliruan logika kalimat.
1. Tanda Koma (,)
- Pemerincian 3 Unsur atau Lebih: Digunakan di antara unsur-unsur dalam perincian, termasuk sebelum konjungsi terakhir (Oxford Comma versi Bahasa Indonesia).
Baku: Ayah membeli buku, pensil, dan penghapus. (Bukan: …pensil dan penghapus). - Memisahkan Anak Kalimat yang Mendahului Induk Kalimat:
Baku: Karena hujan lebat, kami menunda keberangkatan.
Jika Induk Mendahului Anak Kalimat (Tanpa Koma): Kami menunda keberangkatan karena hujan lebat. - Konjungsi Antarkalimat: Wajib diikuti koma di awal kalimat (Oleh karena itu, …, Akan tetapi, …, Selain itu, …, Meskipun demikian, …).
- Konjungsi Koordinatif Pertentangan: Didahului tanda koma di tengah kalimat (…, tetapi …, …, sedangkan …, …, melainkan …).
2. Tanda Titik Dua (:) dan Titik Koma (;)
- Titik Dua (:): Dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian.
Baku: Kita memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
Pantangan Titik Dua: Jika rangkaian merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan langsung, tanda titik dua TIDAK dipakai: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari. - Titik Koma (;): (1) Menggantikan konjungsi untuk memisahkan bagian kalimat majemuk setara: Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku. (2) Memisahkan unsur rincian berupa frasa klausa majemuk.
3. Tanda Hubung (-) vs Tanda Pisah (—)
| Tanda | Bentuk Simbol | Fungsi Utama | Contoh Baku |
|---|---|---|---|
| Tanda Hubung | Pendek (-) | Menyambung kata ulang, merangkai se- dengan kapital, ke- dengan angka | anak-anak, se-Indonesia, ke-79, tahun 2000-an |
| Tanda Pisah | Panjang (— / —) | Membatasi aposisi keterangan tambahan, menyatakan ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’ | Jakarta—Surabaya, tahun 2010—2024, Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai—harus diperjuangkan. |
