Course Content
Bahasa Indonesia – SIMAK UI & UM-PTN (Bank Soal 210 Soal & Pembahasan)

Fungsi dan Kaidah 11 Tanda Baca Menurut EYD V

Tanda baca menentukan intonasi, batas frasa, dan keutuhan makna kalimat. Kesalahan penempatan tanda baca dapat menimbulkan ambiguitas penafsiran atau kekeliruan logika kalimat.

1. Tanda Koma (,)

  • Pemerincian 3 Unsur atau Lebih: Digunakan di antara unsur-unsur dalam perincian, termasuk sebelum konjungsi terakhir (Oxford Comma versi Bahasa Indonesia).

    Baku: Ayah membeli buku, pensil, dan penghapus. (Bukan: …pensil dan penghapus).
  • Memisahkan Anak Kalimat yang Mendahului Induk Kalimat:

    Baku: Karena hujan lebat, kami menunda keberangkatan.

    Jika Induk Mendahului Anak Kalimat (Tanpa Koma): Kami menunda keberangkatan karena hujan lebat.
  • Konjungsi Antarkalimat: Wajib diikuti koma di awal kalimat (Oleh karena itu, …, Akan tetapi, …, Selain itu, …, Meskipun demikian, …).
  • Konjungsi Koordinatif Pertentangan: Didahului tanda koma di tengah kalimat (…, tetapi …, …, sedangkan …, …, melainkan …).

2. Tanda Titik Dua (:) dan Titik Koma (;)

  • Titik Dua (:): Dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian.

    Baku: Kita memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.

    Pantangan Titik Dua: Jika rangkaian merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan langsung, tanda titik dua TIDAK dipakai: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
  • Titik Koma (;): (1) Menggantikan konjungsi untuk memisahkan bagian kalimat majemuk setara: Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku. (2) Memisahkan unsur rincian berupa frasa klausa majemuk.

3. Tanda Hubung (-) vs Tanda Pisah (—)

Tanda Bentuk Simbol Fungsi Utama Contoh Baku
Tanda Hubung Pendek (-) Menyambung kata ulang, merangkai se- dengan kapital, ke- dengan angka anak-anak, se-Indonesia, ke-79, tahun 2000-an
Tanda Pisah Panjang (— / —) Membatasi aposisi keterangan tambahan, menyatakan ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’ Jakarta—Surabaya, tahun 2010—2024, Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai—harus diperjuangkan.